Kamis, 03 Maret 2011

Introvert Personality

Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer.
Tapi, tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.
Hmm,, mungkin, penjelasan singkat di atas sudah cukup untuk memberikan pengertian secara umum apa itu introvert.
Penjelasan lain yang lebih mendalam mengenai istilah introvert
Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, Carl Jung, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk Myers-Briggs Type Indicator yang terkenal itu.
Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampilkan diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan Sartre yang mengatakan: Sarapan bersama orang lain adalah neraka. Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan.
Orang yang memiliki karakter introvert tidak banyak terdapat di dunia ini, dan bisa dibilang kaum minoritas. Menurut data berdasarkan analisa para ahli psikologi, jumlah populasi tipe karakter introvert lebih sedikit dibanding extrovert yaitu sekitar duapuluh lima persen dari total populasi dunia. Hal itu membuktikan karakter introvert adalah kaum minoritas, artinya makin sedikit sekali kesempatan para introvert untuk unjuk gigi di bumi yang luas ini.
Seperti kita ketahui, seorang introvert lebih suka dengan kegiatan yang bersifat individual. Dalam zaman yang serba maju seperti sekarang ini, teknologi menjadikan hampir setiap hal lebih mudah. Internet, adalah suatu jaringan komunikasi terbuka yang menjangkau ke setiap sudut di belahan bumi, merupakan sarana komunikasi yang paling cocok bagi para introvert.
Oya, aku teringat satu hal yang menarik, ketika mengikuti perkuliahan mata kuliah psikologi Kepribadian. Ketika dosen sedang menjelaskan panjang lebar mengenai perbandingan introvert dan ekstrovert di depan kelas, ada temen yang mengatakan ”Neng, kayaknya kamu tuh tipe-tipe orang introvert deh. “Kamu tuh orangnya pendiam, tertutup, tidak banyak temen yang tahu apa kegiatanmu,dll”. Sejenak aku merenung, bener juga apa yang dikatakan temenku itu. Aku pun merasa kalau aku memang orang yang introvert. Namun, sempat terpikir juga olehku, apakah benar aku ini tergolong orang introvert, atau hanya mendekati introvert??
Kemudian, beberapa minggu yang lalu, aku pernah membaca sebuah artikel yang menjelaskan mengenai perbandingan karakter introvert dan ekstrovert. Di artikel itu disebutkan bahwa orang yang memiliki tipe introvert mendapat kesan sebagai orang “aneh” dan “kurang normal”, sedangkan ekstrovert disebutkan sebagai orang normal dan sesuai dengan standar masyarakat.
Aku juga mengetahui bahwa introvert itu lebih menyukai kesendirian dan terkesan penyendiri yang tidak menyukai keramaian. Aku adalah salah satu orang introvert. Awalnya aku merasa tidak bisa menerima bahwa aku seorang introvert. Tapi, sekarang, aku tidak akan mengingkari lagi kalau aku ini seorang introvert. Kalau toh memang aku seorang introvert kenapa? Yang penting, aku harus belajar untuk meyesuaikan dengan keadaan lingkungan, dimana kebanyakan orang dengan karakter ini akan banyak menemui permasalahan.
Hmm,,,sempat aku berpikir menjadi seorang yang introvert itu tidak bagus dan tidak dapat maju seperti halnya orang ekstrovert. Di artikel itu juga dijelaskan bahwa orang ekstrovert itu memiliki kelebihan dalam bergaul dan bersosialisasi karena mereka memang lebih menyukai berkumpul bersama orang banyak.
Aku sebagai seseorang yang masuk kategori dewasa awal, tentu saja ingin memiliki banyak teman untuk saling berbagi, namun aku terlahir sebagai seorang yang susah bergaul di lingkungan baru karena aku lebih memilih sendirian dan diam. Ada suatu kondisi dimana aku ingin bergabung dengan orang-orang yang baru aku temui untuk menambah teman, namun aku juga ingin menghindari mereka karena aku merasa tidak percaya diri. Dengan situasi seperti itu, aku sering mengalami kebingungan dengan apa yang seharusnya aku lakukan.
Sebagai seseorang yang tidak bisa menerima karakter dirinya yang introvert, aku berusaha untuk memulai “menuju keramaian”. Ternyata itu adalah suatu hal yang sulit sekali. Aku juga ingin selalu berusaha agar menjadi seseorang yang aktif berorganisasi. Mulailah aku mengikuti organisasi di Jurusan yang sedang aku tempuh yaitu Psikologi. Salah satunya adalah BEM. Namun, ternyata hal itu tidak merubah banyak sifat pasifku.
Saat ini, aku adalah salah seorang mahasiswa Psikologi UPI. Aku belajar di mata kuliah Psikologi Kepribadian yang pada akhirnya membuat aku bisa menerima bahwa aku adalah orang yang introvert. Memang, masih saja ada sisa sedikit rasa “malu”, namun aku harus berusaha untuk memaksimalkan keuntungan menjadi seorang yang introvert.
Menurut aku, tak selamanya menjadi seorang introvert itu rugi dan menjadi seorang ekstrovert itu beruntung. Salah satu cara utama agar orang introvert merasa dirinya juga beruntung adalah dengan mengubah pandangannya yang sejak awal, “ Aku tidak bisa apa-apa dengan introvert ini” menjadi “ Aku bisa melakukan apa saja karena menjadi orang yang introvert”.
Kepercayaan diri harus mulai ditanam dalam hati sedini mungkin. Adapun keuntungan menjadi seorang introvert itu sudah terbiasa sendiri. Bayangkanlah jika seorang ekstrovert terjebak dalam “kesunyian”. Mereka pasti susah untuk melakukan sesuatu karena mereka adalah orang yang membutuhkan orang lain dan keramaian. Introvert yang memang sudah terbiasa dengan kesendirian akan mampu menghadapi situasi tersebut dengan tenang. Jika seorang introvert terjebak dalam “keramaian”, mereka akan mampu menghadapinya dengan sesegera mungkin “lari” dan mencari tempat yang membuat mereka merasa aman.
Dalam pergaulan, memang ekstrovert lebih cepat memiliki teman sedangkan introvert membutuhkan waktu yang lama untuk bisa merasa nyaman dengan orang lain. Menurut aku, orang yang introvert akan lebih mampu menilai seseorang dan memilih teman yang baik untuk menjadi temannya. Jika mereka sudah merasa nyaman, mereka pun dapat membuka diri mereka dengan bebas karena sudah yakin memilih teman yang baik yang dapat menerima diri mereka apa adanya. Kemudian, orang introvert memang tidak mampu berkomuniksi langsung atau berpidato sebaik orang berkepribadian ekstrovert, namun mereka mampu menulis ide-idenya ke dalam sebuah tulisan ataupun cerita. Salah satu orang introvert yang memiliki kemampuan menulis yang baik adalah J.K Rowling dengan Harry Potter-nya yang mendunia. Jadi, jangan heran jika melihat orang yang diam-diam saja ternyata dia memiliki potensi yang luar biasa. Selain itu, ada beberapa tokoh terkenal lainnya yang mereka semua adalah introvert, yaitu Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Bill gates, Michael Jordan, dan masih banyak lagi.
Di samping itu, menjadi seorang introvert itu sangat nyaman. Mungkin karena aku juga termasuk salah satunya, aku bisa memiliki privasi yang tidak boleh orang lain tahu. Aku bisa menyimpan suatu rahasia yang ada pada diri aku atau pun rahasia orang lain karena aku tidak akan banyak bicara. Mungkin orang akan menganggap bahwa selalu menyendiri itu aneh, tapi menurut aku itu sangat menyenangkan. Menyendiri dalam kamar dengan membaca buku atau pun surfing ke dunia maya memberikan kenyamanan tersendiri yang mungkin orang ekstrovert tidak terbiasa.
Orang introvert bukan seorang yang pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menarik diri dari lingkungan sosial. Orang introvert juga bukanlah seorang yang sombong, yang menganggap orang lain tidak sekelas dengan dirinya. Ini cuma masalah KENYAMANAN. Seorang introvert, bahkan yang ekstrim menganggap mengobrol dengan orang-orang berlama-lama merupakan sesuatu yang melelahkan. Seorang introvert dunianya lebih banyak terpusat pada “aku” dan “aku”. Mereka banyak menghabiskan waktu dan energi mereka untuk dunia “aku”. Bagi seorang introvert ekstrim, dunia selain “aku” adalah dunia yang sangat “melelahkan”.
Bidang pekerjaan yang sesuai dengan introvert yang aku baca dari sebuah artikel, yaitu yang berhubungan dengan dunia internet, akuntan, auditor, analis, ahli komputer seperti desainer grafis dan penulis. Sebenarnya, jika seorang yang introvert mampu mengembangkan kemampuan mereka meski tidak harus dengan bidang pekerjaan yang aku tuliskan, mereka bisa menjadi orang yang sukses.
Oleh karena itu, Be our self. Tetaplah menjadi diri kita sendiri. Tetaplah semangat dalam menjalani kehidupan ini. Seringlah bersyukur kepada Tuhan atas semua pemberiannya dan teruslah berdoa. Jangan pernah merasa takut, malu bahkan putus asa jika ternyata Anda adalah seorang yang berkepribadian introvert. Because, nothing impossible with god.   

Sumber :
Alwisol. (2009). PSIKOLOGI KEPRIBADIAN Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Hall, Calvin S. (1985). Introduction to Theories of Personality. Canada: The Permissions Department, John Willey & Sons.

2 komentar:

  1. Wah tulisan yang bagus sekali. Sebagai seorang introvert, dengan membaca tulisan ini, saya seolah mendapatkan tenaga. Saya berusaha untuk menjadi seorang ekstrovert, tapi tidak bisa. Mungkin sudah takdir saya menjadi seorang introvert. Setiap kali bersama orang banyak misalnya pada saat diskusi kelompok atau kumpul-kumpul, rasanya saya kehabisan tenaga dan ingin cepat-cepat keluar.
    Malu sebenarnya itu adalah bagian dari iman. Tapi malu juga harus pada tempatnya. Misalnya malu melakukan maksiat karena dilihat oleh Allah. Orang yang tidak punya malu maka dia akan berbuat sesukanya seolah-olah dirinya tidak ada yang mengawasi.

    BalasHapus
  2. Waaa makasih ya.. Alhamdulillah.. Saya ikut merasa senang jika tulisan saya ini bisa membantu ^_^

    BalasHapus